Jenis dan Tipologi Lahan Rawa

10 September 20264 menit baca
Jenis dan Tipologi Lahan Rawa

Dulu lahan rawa dianggap seragam dan sama. Istilah rawa dulu hanya satu, yang disebut “lebak” dan pasang surut dianggap bukan rawa. Namun dalam perkembangannya kemudian sepakat bahwa rawa dapat dibedakan dan dipilah menjadi rawa pantai,rawa pasang surut, dan rawa lebak. Terakhir secara teknis untuk kepentingan pertanian rawa dibagi menjadi (1) rawa pasang surut,termasuk pantai dan (2) rawa lebak atau rawa pedalaman.

Seiring dengan isu lingkungan dan perubahan iklim dilahan gambut yang semakin kuat. Lahan gambut sering menjadi pusat perhatian. Lantas lahan gambut seolah-olah lepas dan tidak ada kaitannya dengan rawa. Padahal gambut menyebar ada didaerah rawa pasang surut dan rawa lebak. Lahan rawa akhirnya juga dapat dibedakan berdasarkan jenis (tanah) penyusunnya, yaitu (1) rawa mineral dan (2) rawa gambut. Berikut beberapa pertanyaan petani dan jawaban oleh peneliti yang berhasil dikumpulkan berkaitan dengan pengertian dan pemahaman sekitar jenis dan tipologi lahan rawa.

Apa yang dimaksud dengan lahan rawa pasang surut ?

Lahan rawa pasang surut adalah wilayah rawa yang dipengaruhi oleh gerakan pasang dan surut dari sungai dan/atau laut akibat gaya tarik menarik benda-benda langit (matahari, bumi, dan bulan). Dikenal ada dua jenis pasang, yaitu (1) pasang besar, pasang tunggal atau pasang purnama; dan (2) pasang kecil, pasang pin dua, atau pasang ganda. Berdasarkan tinggi atau besarnya luapan pasang, maka lahan rawa pasang surut dibagi dalam empat tipe luapan, yaitu tipe luapan A, B, C, dan D.

Apakah yang dimaksud lahan rawa pasang surut tipe A ?

Lahan rawa pasang surut tipe A adalah wilayah yang terluapi pada saat pasang besar (pasang purnama/pin 1) maupun pasang kecil (pasang ganda/pin 2). Wilayah ini umumnya tidak jauh dari laut atau sungai. Sebagian besar areal pantai (coastal areal) termasuk tipe A.

Apakah yang dimaksud lahan rawa pasang surut tipe B ?

Lahan rawa pasang surut tipe B adalah wilayah yang terluapi pada saat pasang besar (pasang purnama) saja dan pasang kecil (pasang ganda) tidak sampai meluapi daerah ini. Wilayah ini umumnya termasuk sebagian besar rawa belakang (backswamps) berada setelah tanggul sungai. Pengaruh pasang pada saluran primer atau anak-anak sungai yang merupakan cabang dari sungai besar dapat mencapai jarak sejauh 100km ke pedalaman.

Apakah yang dimaksud lahan rawa pasang surut tipe C ?

Lahan rawa pasang surut tipe C adalah wilayah yang tidak terluapi pasang baik pasang besar (pasang purnama) maupun pasang kecil (pasang ganda), tetapi mempunyai muka air tanah < 50 cm dari permukaan. Lahan tipe C ini disebut juga lahan rawa pasang surut tidak langsung. Oleh karena pada lahan tipe C ini, masalah air merupakan kendala utama sehingga adakalanya disebut juga tadah hujan dilahan rawa.

Apakah yang dimaksud lahan rawa pasang surut tipe D ?

Lahan rawa pasang surut tipe D adalah wilayah yang tidak terluapi pasang baik pasang besar (pasang purnama) maupun pasang kecil (pasang ganda), tetapi mempunyai muka air tanah > 50 cm dari permukaan. Lahan tipe D ini juga masukl ahan rawa pasang surut tidak langsung.

Apa yang dimaksud dengan lahan rawa lebak ?

Lahan rawa lebak adalah wilayah rawa yang lepas dari luapan pasang, namun tergenang dengan ketinggian minimal 50 cm dan durasi genangan minimal 3 bulan. Berdasarkan ketinggian dan durasi genangan, rawa lebak dapat dibagi 4 tipe, yaitu 1)l ebak dangkal; 2) lebak tengahan, 3) lebak dalam, dan 4) lebak sangat dalam.

Apa itu lahan rawa lebak dangkal ?

Lebak dangkal adalah lebak yang tinggi genangannya < 50 cm dan lama genangan < 3 bulan. Lebak dangkal ini biasanya berada di dekat atau sekitar tanggul sungai. Pada musim kemarau biasanya kondisi lahannya kering seperti tadah hujan.

Apa itu lahan rawa lebak tengahan ?

Lebak tengahan adalah lebak yang tinggi genangannya >50-100 cm dan lama genangan 3-6 bulan. Lebak tengahan ini biasanya berada jauh dari sungai dan berupa cekungan sehingga pada musim kemarau masih berair.

Apa itu lahan rawa lebak dalam dan sangat dalam ?

Lebak dalam adalah lebak yang tinggi genangannya >100 cm dan lama genangan > 6 bulan. Lebak dalam ini biasanya berada persis di tengah cekungan sehingga pada musim kemarau masih berair. 

Apa yang dimaksud tanah mineral ?

Tanah mineral adalah tanah yang terbentuk dari bahan induk yang berasal dari pelapukan batuan mineral dan/atau batuan liat. Proses pembentukan tanah mineral ini disebut proses pedogenik.

Apa yang dimaksud tanah gambut?

Tanah gambut terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk. Proses pembentukan tanah gambut ini disebut dengan proses geogenik yang berlangsung sangat lama hingga ribuan tahun.

Apa yang dimaksud tanah salin?

Tanah salin adalah tanah yang terbentuk pada daerah pesisir pantai dan sekitarnya. Akibat intrusi dan luapan air laut, tanah menjadi bersifat salin (garaman) umumnya mempunyai nilai Daya Hantar Listrik (DHL) atau Electric Conductivity (EC) > 4dS/m.

Kembali